Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Februari 2012

Minat Baru Akyu~ (Nonton Thai-Movies)


LOSING MY MIND

Ayo berbicara manis !

Seperti kamu yang terlalu manis
Ya. Terlalu manis jika ingin di hapus dari pikiranku yang ironis

Kamu juga terlalu laris

Kamis, 02 Februari 2012

sekedarMOTIVASI :)

Ternyata hidup jauh lebih indah saat tak mengingatmu...

Ya.. itu bukan kata-kata yang tak bisa ku buktikan. Karena apa? seseorang pernah berkata kepadaku. Karena niat yang mulia itu akan menghasilkan sesuatu yang mulia pula.

Apakah jika kau tak mengingatnya, kau akan menghasilkan sesuatu yang mulia?
Aku..terlalu canggung benar bila berkata iya, karena jujur saja, sesuatu mulia yang kuinginkan adalah  saat ku tak mengingatmu dan sekejap saja kau muncul dihadapanku.....

jangan anggap itu sebuah hal yang patut kau banggakan.. You are no Longer exist ;)

Sabtu, 10 Desember 2011

New Release 'Poetry'

Putri lupa ini udah revisi puisi yang keberapa.. wkwkwk,, 
Yap bener! bikinnya itu tanggal 7 Desember 2011 kemarin waktu lagi smsan singkat sama #nomention  *eyaakk tumben ga disebut? :p wkwk* , terus selama 3 hari ini tiap kali ngisi diary (yang sampe saat ini belum beli #beluedaer(yi) )pasti ngerevisi kata-kata di puisi yang putri buat.. wkwk
Alhasil, hasilnya seperti dibawah ini *ayok dibaca! :)


Curhat Ke Sekianku

Sebut saja namanya,
Jangan asal bersembunyi kalut !
Peringai ulung sekalipun itu, Hadapi!
Tuhan, mulaiku menepi.. 

Aku bingung, pikirku aku pintar merangkai, namun keliruku ternyata,
Tuhan, 
Aku linglung, ternyata ungkapan tersiratku separuh sia-sia..

Oke, tegasku tuk berinstropeksi..
**********************

Tunggu Tuhan, aku belum bisa memastikannya, 
Ternyata Tuhan, Aku LABIL!! haha, Tuhan, aku.. aku . AKU!

Kenapa beralun gini ya Tuhan?

Tuhan, aku dalam pengkerangkaan "dewasa" ternyata.
Tertawa lepas bukan solusi, 
Diam menelitik bukan sekedar basa-basi;
Mungkin air mata juga pelerainya, 
Walau tampak seperti solusi kosong yang terhenyak basa-basi..

Menangislah..
Hingga terisak bahkan tampak seperti tak menangis,
Menangislah..
Hingga terkikis akan pemikiranku ,

Aku akan tetap berlantun Tuhan, menghentak secara pasti, meskipun bukan tentangnya,
Walau tak sengaja menyinggungnya ??

Apakah Kau fikir ini berlebihan?

                                                                                                               7 Desember  2011. 23:05





Puisi kedua ::

Let's Watch Our Step ! ;)

Kami seperti 5 jari 

Bergerak beriringan dengan pasti
Walau tak tulus dan terlihat jelas berhimpitan
Namun aku ikhlas mengaluri

Eh, tulus sama ikhlas sama saja bukan?
Ya,
Hanya ikhlas mempunyai usut yang lebih dalam menurutku,

Oh ya, Aku ingat tingkah anak-anak kami dalam kurun waktu ini.
Tertawa dan saling menyalahkan...
Sekedar mengolok-ngolok tanpa mengelak
Atau saling mengelak dan mengolok!!

*sembahin ? kata-katanya alay dehh haha -,,-* 



terima kasih telah berkunjung :)

Sabtu, 20 Agustus 2011

Not You Are, ~

Ya.
Apa jadinya bila neraka tanpa kamu? atau aku? orang tuamu?
Lalu gimana kejadian surga ntar kalo aku terus mangkir gini?
Meneriak sekencangnya, sampai semua noleh ke sumber teriakan,
Terus senyum sambil *standing ovation*
Kamu bodoh! Kamu bodoh!
Cukup berpura-pura denganku!!
Hey.. something gonna be better.
Seperti menyapa hangatnya malam 
Dengan pendaman rasa yang kau punya.
Kenapa tak jujur terucap jika "Kau menginginkanku?"
Mengapa mesti bergerak lurus jika berbelok pun merupakan kuncinya?
***
Emang ya.. emang susah jadi kamu,
Penampilan Tegap dengan dirii nyata sendiri,
Namun terjiplak sebagai orang lain di depan Cermin Penuntunmu...
***
Semoga beneran cuma Tuhan, Aku, dan Kau saja yang Mengetahuinya...


Selasa, 09 Agustus 2011

Aku? Klasik? Permainan?

Apa yang terpikirkan saat bersama?
Apakah hanya bertatapan saling memandang ?
Tak terucap walau hanya berbisik..
Lalu tertunduk segera ingin mengakhiri???

Hm..
Lalu ,
Selanjutnya Apa yang Kita lakukan jika telah mengakhiri?
Berharap bertemu walau sekedar bertatapan?
Atau kembali berlalu, berlawanan arah seolah tak tahu??

Pujanggaku kembali berdendang..
Setiap lintas terlintas, inginku hanya tak menggambarkan dirimu..
Hanya tak memikirikanmu, ingin plong membusungkan dada,
berkata kepada diri sendiri *Apa itu? Siapa Dia? Sejauh mana Dia Mengenalmu? Kapan Dia ingat akanmu? Seberapa sering dia mendengar keluh kesahmu? Pernah ga dia Menyanjungi tulus akan hadirmu?*
Dan menghadirkan jawaban tepat untuk itu..


Laki-laki itu monoton.
Perempuan itu permainan klasik..


Dan aku?
Perempuan yang tak ingin bermain secara klasik! 
 
blogger template by arcane palette